a Greet from Januari

Hello there, here's my 4th blog site, the continue of my lifetime stories in my 1st, 2nd, and 3rd before.. But i'll still active in my 3rd, so see u here and there!! ;)

Januari's Visitors Map

Wednesday, February 24, 2010

Lembayung, kenyang, dan pertayaan untuk Tuhan

This pic, taken last night, February 24th, at about to go to 6 p.m. (on ma watch).

Di balik dashboard, di balik kaca kendaraan yang memisahkan saya dari udara yang menyatu dengan pemandangan nyata tersebut. Ya, di sana lembayung yang dimaksudkan untuk saya tangkap keberadaannya. Saat di mana siang saya akan berganti malam. Saat terang saya jadi temaram.

Saya ingat saat itu saya sedang tersenyum, sambil berusaha untuk dapat mengabadikan sosoknya. Sadar hal yang sangat jarang pada moment itu saya berada di keadaan demikian. Selain juga karena sedang merasa senang, karena hari itu saya sehat, kenyang, bahkan sempat berlagak bak calon pengantin muda yang menunjukan jarinya pada setiap property rumah yang akan dibeli di sebuah property plaza di Bandung. *Padahal itu untuk rumah orang tuanya (orang tua saya)

Sekembalinya ke rumah, saya masih merasa sehat, kenyang, dan senang seperti sebelumnya. Sampai pada beberapa saat (hitungan jam pada tepatnya), senang itu berkurang. Ya, karena kembali, saya merasakan sakit, meskipun tetap kenyang seperti sebelumnya.

Rasa sakit ini sakit dalam artian yang sebenarnya. Tepatnya sebut saja penyakit maag. Penyakit turunan yang juga menjadi kronis seakan-akan juga turunan.
Tapi akhir-akhir ini (beberapa hari ke belakang tepatnya), rasa sakit itu keterlaluan. Dan saya tahu saya juga bukan anak pintar ketika menolak bekerjasama dengan obat.
Tapi kemarin malam saya menyerah. Saya telan obat dengan rasa penambah mual itu. Dan menghasilkan pagi hingga jelang malam cerah ceria seperti yang saya ceritakan tadi. Seolah-olah itu sembuh.

Terus sekarang datang lagi??! Di saat saya telah meminum obat tanpa harus diperintah!!? Sakit luar biasa yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Sampai-sampai berpikiran tidak seperti yang seharusnya.

Pertanyaan saya untuk Tuhan malam ini,
Tuhan, saya harus apa? bagaimana? dan melakukan apa?

Karena emosi saya mulai tergelitik akibat rasa sakit. Dan saya benci UGD! Hahaha

Saya memutuskan menulis pada akhirnya. Menulis ini. Di sini. Sekarang. Untuk mengalihkan rasa sakit.
Tidak ingin mengeluh atau membangunkan siapa-siapa. Hanya ingin menulis, melakukan hal yang disuka. Berharap kemudian rasa sakit mau ikut terlarut di dalamnya, lalu hilang bersamaan dengan tanda titik yang ku bubuhkan pada akhir kalimat nanti.

Akan ku jadikan pelajaran. Saya tahu jawabnya Tuhan. Ku usahaakan tidak terulang. Hanya yang baik yang akan tersisa di masa depan. Selamat pagi. :)

4 comments:

kim said...

ah, just the photos are dreamy ... can't understand a word of course.

XXX, Kim

ceritajanuari said...

thanks kim.. sorry bout the language, and thanks for leaving a comment! :)

zachary said...

ceritajanuari,
Sakit sudah sembuh belum? Terima kasih kerana singgah di blog saya:)
Diharapkan kamu cepat sembuh. Makan obat:)

ceritajanuari said...

@zachary,

Saya sudah sembuh. Sama-sama, terimakasih juga untuk doa dan perhatiannya! Nice to know you! :)

Post a Comment

Hi there, thanks for read my blog! Have something in mind? Write it here and i'll reply! I'm open for any comment of yours. Happy reading and have a nice day! ;)

xo. Januari

Related Posts with Thumbnails